Renovasi rumah bukan sekadar mengganti tampilan agar terlihat lebih baru. Di balik hasil akhir yang rapi, pemilihan material memiliki peran penting dalam menentukan kualitas, kenyamanan, dan ketahanan bangunan. Material yang tepat dapat membantu pekerjaan berjalan lebih efisien sekaligus mengurangi risiko perbaikan berulang di kemudian hari.
Namun, memilih material renovasi tidak berarti harus selalu menggunakan produk dengan harga paling mahal. Yang lebih penting adalah menyesuaikan material dengan kondisi bangunan, fungsi ruangan, lingkungan, serta metode pengerjaannya.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli material untuk renovasi rumah.
Periksa Kondisi Bangunan Sebelum Membeli Material
Langkah pertama adalah mengetahui bagian rumah mana yang benar-benar membutuhkan perbaikan. Periksa kondisi dinding, lantai, plafon, hingga area yang berpotensi mengalami kelembapan.
Pada dinding, misalnya, perhatikan apakah terdapat retakan, plester yang mengelupas, permukaan tidak rata, atau tanda-tanda lembap. Sementara pada lantai, periksa apakah terdapat keramik yang retak, terangkat, atau bagian yang terdengar kopong.
Pemeriksaan ini penting karena material yang dibutuhkan untuk memperbaiki dinding lama tentu berbeda dengan material untuk membuat dinding baru.
Sesuaikan Material dengan Kondisi Lingkungan
Indonesia memiliki iklim tropis dengan paparan panas dan kelembapan yang cukup tinggi. Karena itu, kondisi lingkungan rumah perlu menjadi pertimbangan ketika memilih material.
Rumah yang berada di area dengan kelembapan tinggi, misalnya, membutuhkan perhatian lebih pada bagian dinding yang berhubungan dengan tanah atau area basah. Sistem plester kedap air atau trasram dapat digunakan pada area tertentu untuk membantu mengurangi risiko rembesan dari tanah.
Untuk rumah di kawasan seperti Gresik dan sekitarnya, karakteristik lingkungan serta kondisi proyek juga perlu dipertimbangkan. Material yang mudah diperoleh di sekitar lokasi proyek dapat membantu mempermudah proses pengadaan dan menjaga kelancaran pekerjaan.
Pilih Material Dinding Sesuai Jenis Pasangan
Jika renovasi melibatkan pembangunan atau penggantian dinding, tentukan terlebih dahulu jenis material pasangan yang digunakan.
Bata ringan menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan pada pembangunan rumah modern karena ukurannya relatif presisi dan bobotnya lebih ringan. Namun, karakteristik tersebut juga membuat metode pemasangannya berbeda dari bata merah.
Untuk bata ringan, gunakan perekat yang memang dirancang untuk sistem thin-bed, bukan sekadar menggunakan campuran semen dan pasir biasa. Perekat khusus membantu menghasilkan sambungan yang lebih tipis dan konsisten.
Pertimbangkan Mortar Instan untuk Pekerjaan Dinding
Dalam renovasi, konsistensi material menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pencampuran semen dan pasir secara manual dapat menghasilkan komposisi yang berbeda apabila takaran atau proses pengadukan tidak konsisten.
Mortar instan menawarkan alternatif karena material telah diformulasikan untuk kebutuhan pekerjaan tertentu. Jenisnya pun dapat disesuaikan dengan tahap pekerjaan, mulai dari perekat bata ringan, plester, hingga acian.
Sebagai contoh, ECO-380 dapat digunakan untuk pemasangan bata ringan, sedangkan ECO-301 ditujukan untuk pekerjaan plester dinding. Untuk tahap akhir, tersedia pilihan acian sesuai kebutuhan permukaan.
Tidak harus menggunakan semua jenis produk. Pilih material berdasarkan kondisi dinding dan tahapan pekerjaan yang memang diperlukan.
Pilih Material Lantai Berdasarkan Fungsi Ruangan
Material lantai sebaiknya tidak hanya dipilih berdasarkan motif dan warna. Pertimbangkan juga aktivitas yang terjadi di dalam ruangan.
Untuk ruang tamu atau area dengan lalu lintas tinggi, material lantai perlu memiliki ketahanan yang sesuai. Sementara untuk kamar mandi, aspek keamanan dan ketahanan terhadap air menjadi perhatian utama.
Jika menggunakan granit atau homogeneous tile, pemilihan perekat juga perlu diperhatikan karena karakteristik materialnya berbeda dari keramik yang lebih menyerap air. Penggunaan perekat yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko masalah seperti lantai terangkat atau terlepas.
Jangan Lupakan Area Basah
Kamar mandi, dapur, balkon, dan area lain yang sering terkena air membutuhkan pemilihan material yang lebih spesifik.
Selain memilih keramik yang sesuai, perhatikan juga sistem waterproofing, kemiringan lantai, perekat, dan nat. Kesalahan pada salah satu bagian dapat menyebabkan air merembes ke lapisan di bawahnya.
Untuk area dengan paparan air tinggi, gunakan material yang memang dirancang untuk kondisi tersebut. Misalnya, tersedia perekat khusus area terendam yang dapat dipilih sesuai kebutuhan proyek.
Hitung Kebutuhan Material Sebelum Membeli
Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat renovasi adalah membeli material tanpa menghitung kebutuhan berdasarkan luas area.
Sebelum berbelanja, ukur luas dinding atau lantai yang akan dikerjakan. Kemudian perhitungkan kebutuhan material berdasarkan daya sebar, ketebalan aplikasi, serta kondisi permukaan.
Perhitungan yang lebih akurat dapat membantu mengurangi material terbuang sekaligus mencegah kekurangan bahan ketika pekerjaan sedang berlangsung.
Pertimbangkan Kemudahan Pengadaan dan Ketersediaan Material
Renovasi rumah dapat tertunda bukan hanya karena masalah teknis, tetapi juga karena material tidak tersedia ketika dibutuhkan.
Karena itu, pilih material yang memiliki distribusi dan ketersediaan yang baik di wilayah proyek. Meski begitu, keputusan tetap sebaiknya didasarkan pada kebutuhan teknis proyek, kualitas material, harga, serta ketersediaannya.
Jangan Hanya Melihat Harga di Awal
Harga material merupakan bagian penting dari anggaran renovasi, tetapi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhitungkan.
Material yang lebih murah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang lebih rendah apabila membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama, menghasilkan banyak waste, atau menimbulkan pekerjaan perbaikan.
Sebaliknya, material dengan harga lebih tinggi dapat menjadi pilihan yang masuk akal jika sesuai dengan fungsi, lebih efisien digunakan, dan membantu mengurangi risiko pekerjaan ulang.
Kesimpulan
Memilih material untuk renovasi rumah sebaiknya dimulai dari kebutuhan bangunan, bukan sekadar dari harga atau tampilan produk. Periksa kondisi rumah, pahami karakteristik lingkungan, sesuaikan material dengan fungsi ruangan, dan gunakan produk semen instan atau mortar berdasarkan tahapan pekerjaan.
Untuk pekerjaan dinding, misalnya, sistem dapat disusun mulai dari pasangan bata ringan, perekat, plester, hingga acian. Sementara untuk lantai, jenis ubin dan kondisi ruangan menentukan jenis perekat yang diperlukan.
Dengan perencanaan material yang tepat sejak awal, renovasi dapat berjalan lebih terarah, penggunaan bahan menjadi lebih efisien, dan hasil akhir rumah dapat sesuai dengan kebutuhan penghuni.


